WELCOME

"selamat datang di blog saya : Muhammad Sa'dullah el-Fattaah"_KRITIK & SARAN yang membangun akan senantiasa kami tunggu, VIA e-mail : lord_musa@yahoo.co.id

Selasa, 03 Juni 2014

Contoh Naskah Drama Tentang Lingkungan

MASYARAKAT YANG TIDAK SADAR AKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN

Sampah dimana-mana, air tergenang disana-sini, dan selokan tersumbat. Itulah yang sering kita lihat sekarang ini, seiring dengan perkembangan zaman dan masa.
Masyarakat kini tidak lagi sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Ada banyak orang membuang sampah setiap hari sampai bertumpuk dan bahkan sudah menjadi gunung sampah.
Limbah rumah tangga, industri dan kegiatan lain yang dilakukan manusia dibuang begitu juga saja kedalam selokan ataupun sungai. Mereka tidak tahu akibat yang akan timbul setelah itu.
Pada drama ini, kami akan mengangkat tema Lingkungan.

BABAK I
Di sore hari  yang masih terik, Efendy, Gusman dan Herta sedang jalan-jalan dan berhenti diatas jembatan sungai Moawo.
Fendy                         : (Sambil berhenti dan memandang kearah sungai yang penuh dengan sampah
                                    Eh .... Gusman. Coba lihat sungai ini lah. . . .
Gusman                      : Ia kenapa ? (Sambil menoleh ke arah yang diperhatikan si Fendy)
Fendy                         : Lihatlah, banyak sekali sampah bertumpuk disungai ini. (Sambil menunjuk kearah tumpukan sampah).
Herta                          : Ia ya. . . Kenapa bisa begitu ya . . . ? (Sambil melihat tumpukan sampah terus menggelengkan kepalanya).
Fendy                         : Itu karena masyarakat sekitar sini itu terus membuang sampah ke dalam sungai ini. (Sambil memandang kearah Herta)
Gusman                      : (Berbalik ke arah jalan) Ia . .ya. .  Kenapa masyarakat begitu tidak sadar akan kebersihan lingkungan ya . . . ? (memandang kearah Herta)
Herta                          : Yah, aku juga tak tahu mengapa bisa begitu. (Sambil berbalik ke arah jalan)
Fendy                         : (Seakan seperti menjelaskan). Itu semua perlu partisipasi dari seluruh kalangan masyarakat untuk sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan dan juga perlu peranan pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Gusman                      : (Menyambung perkataan si Fendy). Dengan begitu tercipta lingkungan yang bersih, indah dan sejuk.
Herta                          : Eh . . ngomong-ngomong udah malam. Pulang yukk !!!
Fendy & Gusman      : Ayo. . .(berjalan pulang mengajak Herta)
Mereka bertiga pulang ke rumah karena senja juga sudah mulai gelap.



BABAK II
Ivan dan Waldiman duduk berbarengan dan sejajar dikursi di depan Rental & Fotocopy di simpang Moawo. Mereka sedang menunggu angkot.
Ivan                            : Eh . . Wal, kamu udah dapat nggak artikel lingkungan itu ? (Sambil menepuk punggung kawannya itu)
Waldiman                  : (Kaget sebentar). Masih belum. Aku aja baru mau mencarinya di warnet (Memandang kearah Ivan).
Ivan                            : Oh gitu ya. Berarti tujuan kita sama donk.
Tiba-tiba Valent datang dari arah depan dan menyapa kedua temannya itu.
Valent                         : (Sambil memberi senyum dan menyapa). Hy . . . .Lagi ngapain kalian disini?
Waldiman & Ivan      : Lagi nunggu angkot, mau ke warnet. (Menjawab secara bersamaan dan melihat kearah Valent)
Ivan                            : (Menggeser seakan memberi tempat duduk buat si Valent)                  Silakan duduk Valent, kamu mau kemana ? Wal. . . geser sini sikit donk beri dia tempat duduk !!! (Mumukul pelan paha si Waldiman).
Valent                         : Oh ia . . .Terimakasih ya . .
Ivan                            : Eh . .Wal, kamu kan mau nyari artikel tentang lingkungan tu. Kamu foto aja ini parit, lalu kamu print dan kasih pendapatmu!! (Memberi saran kepada Waldiman)
Waldiman                  : Oh, ia juga ya. Bisa-bisa (Sambil mengeluarkan handphonenya lalu memotret parit yang memang tergenang dan penuh sampah itu ?
Valent                         : Eh, kalian berdua pikir dulu, kenapa parit ini bisa tergenang dan penuh dengan sampah kayak gini ?
Ivan                            : Meneketehe, masyarakatnya kali yang ga sadar. (Sambil  memandang kearah jalan)
Waldiman                  : Termasuk kamukan, Van. Sampahmu tadi kamu buang disitu juga kan... (Sambil tertawa kecil)
Valent                         : Masyarakat tak ada sadar-sadarnya juga ya. Apa mereka tidak tahu ini akan menimbulkan penyakit (Sambil menggelengkan kepalanya).
Ivan                            : Ia juga sich, ini kan akan menimbulkan penyakit, khusunya malaria dan membuat udara tercemar. (Memandang kearah Valent dan Waldiman)
Valent                         : Coba perhatikanlah sekitar sini. Masyarakat membuang limah industri rumah tangganya diparit. (Sambil melihat sekeliling)
Waldiman                  : (Menyambung perkataan si Valent). Kantin sekitar sini membuang sampahnya juga diparit ini. Bagaimana tidak tersumbat ?
Ivan                            : Disinilah sebenarnya diperlukan peranan pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Valent                         : Tapi tidak terlepas juga kan dari kesadaran tiap insan masyarakatnya, kan?
Waldiman                  : Ya, kalian berdua benar. Menurut kamu Van, bagaimana cara pemerintah berperan dalam hal ini?
Ivan                            : Ya,  lewat sosialisasi  dan media massa. Misalnya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menyadari pentingnya septitank dirumah, atau memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk membuang sampah ditempatnya dengan memisahkan  yang organik dan anorganik.
Valent                         : (Menyambung perkataan si Ivan). Setelah semua itu terlaksana maka aku yakin, lingkungan akan jadi bersih dan sehat.
Waldiman                  : Baiklah kalau begitu.
Valent                         : Eh itu angkot datang. (Sambil menunjuk angkot yang baru datang). Kalian mau berangkat bareng aku nggak ?
Ivan & Waldiman      : Dengan terpaksa, daripada disini terus sampai malam. (Tertawa kecil dan sambil bercanda).



BABAK III                
Pagi hari pada waktu istrahat pertama. Ivan, Fendy dan Waldiman sedang duduk diteras kelas. Seperti biasa mereka sedang cerita tentang siapa yang akan bertanding malam ini. Mereka saling memuji klub favorite masing-masing. Ivan yang tadi baru dari kantin membeli permen, membagi-bagikan sama kedua temannya itu.
Fendy membuang bungkusan permennya sembarangan (bukan di tempat sampah).
Waldiman                  : jangan buang sampahmu disitulah kawan, buanglah ditempat sampah (memandang kearah Fendy sambil menunjuk ke arah tempat sampah).
Fendy                         : Ialah (sambil mengambil sampahnya tadi dan membuangnya ditempat sampah).
Waldiman                  : Kau juga, Van ! Sampahmu itu buang di tempat sampah. (Menyuruh si Ivan).
Ivan                            : Mana.  Siapa yang membuang sampah sembarangan. Aku tidak membuang sampah kok, aku hanya menaruh sampah aja. Apa itu salah ?
Fendy                         : Sama aja kali. Membuang dan menaruh sama aja, yang penting kan bukan di tempat sampah kau taruh. (Tertawa kecil)
Valent dan Herta yang sejak tadi memperhatikan mereka datang untuk bergabung.
Valent                         : Kalian ngomongin masalah sampah ya. (Sambil memandang kearah mereka seakan memastikan yang dibilangnya itu benar).
Fendy & Waldiman   : Iya nih, kami lagi ngomongin masalah sampah.
Ivan                            : Sampah kok dipikirin (Berlagak serius tapi sebenarnya bercanda)
Herta                          : Jangan salah Van, sampah itu mesti harus dipikirin oleh seluruh lapisan masyarakat. (Memandang kearah Ivan yang sedang membuka permen keduanya).
Ivan                            : Ahh masa. . . (Mencandai si Herta)
Valent                         : Iya Ivan, sampah itu tanggungjawab kita bersama. Kamu masih ingat tidak waktu kita ngomongin masalah parit yang tergenang akibat sampah yang tertumpuk kemarin di simpang ?
Ivan                            : Iya masih . . (mengangguk-anggukkan kepalanya)
Herta                          : Iya, kami juga kemarin sempat ngomongin sampah yang bertumpuk di muara sungai Moawo ?
Fendy                         : Masalah yang sama ya. Tapi kenapa masyarakat tidak sadar-sadar juga ya . .
Waldiman                  : di situlah kita sebagai orang yang telah berpendidikan berperan!
Ivan                            : Maksudnya kau apa ? Ha . .
Waldiman                  : Kita semua kan sudah tahu sampah itu berakibat fatal bagi lingkungan...
Herta                          : Nah, kita sebagai siswa yang telah berpendidikan harus ambil bagian.
Ivan                            : Dalam hal apa ?
Waldiman                  : Ya, lewat sosialisasi ataupun bakti sosial.
Fendy                         : Benar itu, jangan kita tunggu- tunggu pemerintah. (Menyela pembicaraan).
Herta                          : Kamu kan Ketua Pramuka di sekolah kita ?
Valent                         : Iya tu, Van. Kamu kan Ketua Pramuka di sekolah kita, aku aja hampir lupa . . dan Gusman termasuk koordinatornya.
Waldiman                  : Benar itu. Mana si Gusman ? (Memandang sekeliling)
Fendy                         : Gusmaan .........Hu .....Gusman (Sambil berteriak)
Gusman                      : Iya (Menghentikan pekerjaannya yang sedang OL)
Fendy                         : Sini bentar dulu (Sambil memanggil dengan isyarat tangan )
Gusman                      : (Sambil berlari dari dalam kelas) Iya . . Kenapa ..?
Waldiman                  : Gak ada apa-apa, duduk dulu. (Menyuruh sambil menggeser sedikit seakan memberi tempat buat Gusman).
Ivan                            : Kembali ke yang tadi. Apa hubungannya aku Ketua Pramuka di sekolah dengan sampah yang disana. (Mengembalikan alur cerita)
Herta                          : Begini lo Van. Kamu programkan Bakti Sosial dan sosialisasi kebersihan lingkungan dilaksanakana oleh Pramuka ?
Ivan                            : Terus ? (agak penasaran)
Herta                          : Nanti bakti sosial itu diikuti oleh seluruh siswa disini.
Ivan                            : Jadi maksudmu, kita semua turun untuk membersihkan lingkungan diluar sekolah dan termasuk sungai itu. (Berlagak heran)
Valent                         : Yaialah Van.
Ivan                            : Ok lah, akan saya programkan dalam waktu dekat
Herta                          : Nah, itu baru Ivan namanya. .
Ivan                            : Asal ia ajalah. Ini nanti si Gusman yang membantu mengkoordinir. (Menepuk bahu Gusman).
Valent                         : Oklah, mudah-mudahan bisa terwujud dalam waktu dekat.
Waldiman                  : Masuk kelas yukk, udah bell.
Valent & Herta          : Yukk (Sambil berdiri dan masuk kelas)
Fendy                         : Ayo (Sambil berdiri dan berjalan memasuki kelas)
Mereka semua masuk kelas dan bersiap melanjutkan pelajaran berikutnya.

Dua minggu kemudian, tepatnya hari Jumat dilaksanakan Bakti Sosial untuk membersihkan lingkungan di luar sekolah (termasuk selokan dan sungai Moawo). Dan juga beberapa siswa terpilih untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk sadar akan pentinya kebersihan lingkungan. Bahwa dengan terciptanya lingkungan yang bersih maka akan tercipta lingkungan yang sehat dan sejuk.
Mudah – mudahan setelah dilaksanakannya program ini, maka masyarakat jadi sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang sehat. Khususnya di lingkungan SMK Negeri 1 Gunungsitoli dan terlebih lingkungan desa Moawo pada umumnya.


Disusun Oleh : Kelompok VI

Pemeran :
Irvansyus Lawolo                             sebagai                       Ivan
Waldimansyah Bate’e                       sebagai                       Waldiman
Gusman Jaya Telaumbanua sebagai                       Gusman
Efendy Zendrato                               sebagai                       Fendy
Valentina Telaumbanua                   sebagai                       Valent
Bestina Hertamina Ziliwu                 sebagai                       Herta

sumber ; http://saybyme.blogspot.com/2012/08/contoh-naskah-drama-tentang-lingkungan.html

Senin, 02 Juni 2014

persiapan melakukan drama panggung

http://www.bimbie.com/pentas-drama.htm

contoh drama: belajar bahasa inggris dari tv

Naskah drama komedia dibawah ini dimainkan oleh 3 orang pemeran, dan berikut ini contoh teks dialog drama lengkapnya.

Naskah Drama Lucu

  1. Tono
  2. Harmono
  3. Jojon

Wiguna sebagai Tono
Hayanto sebagai Harmono
Jonie sebagai Jojon

Naskah dialog drama

Tono :
Hello sobat-sobat tercinta, apa kabar kalian semuanya?

Harmono :
We are so well dude!

Jojon :
Ye elah,,, ngomong apaan lo?

Tono :
Iya,, lo ngomong basa Jawa ya?

Jojon :
Bukan, bahasa Cina kali?!

Harmono :
Yea elah.. kalian bedua ini, gue ngomong bahasa Inggris kali. I speak English.

Jojon :
Oh,,, bahasa bule maksud lo.

Tono :
Eamang sejak kapan kamu ngerti bahasa Inggris?

Jojon :
Iya, setahu gue kamu waktu ulangan bahasa Inggris nggak pernah dapat nilai diatas 50.

Harmono :
Learning mas bro!

Jojon :
Apalagi itu?

Harmono :
Belajar dong. Kan dengan banyak belajar kita akan menjadi orang pintar, benar nggak?

Tono :
Ya tergantung belajarnya juga, kalau serius sih bisa jadi pinter, kalao belajarnya boongan ya sama aja kali.

Jojon :
Bener tu sob!

Harmono :
Ahh.. kali ini.. gue belajarnya lebih dari serius, orang gue belajarnya langsung ama praktek.

Tono :
Belajar dimana emang?

Harmono :
Dikamar

Jojon :
Kwkwkwwwwkk.... dikamar? Belajar sambil tidur maksud lo?

Harmono  :
Ya nggak dong, belajar benera, belajar serius!

Tono :
Kok dikamar?

Harmono :
Gue bilangin ya, gue kalau belajar bahasa Inggris di TV. Gue dengerin para bule ngomong, terus gue tiruin.

Jojon :
Oh gitu, emang bisa? Nah terus ngapain kita pada belajar di sekolah kalau belajar di tv aja bisa, udah gitu gratis lagi.

Tono :
Iya, ngapain kita belajar di sekolah?

Harmono :
Kalu lo tanya kaya gitu, barangkali cuman papi gue yang bisa jawab.

Tono :
Emang kalao belajar bahasa Inggris di tv materi pelajarannya apa saja?

Jojon :
Iya, apa saja yang diajarkan?

Tono :
Ada nggak pelajarn tensis atau bentuk kalimat gitu?

Harmono :
Ada dong, namanya kalimat cepat atau quick sentence.

Tono :
Ah.. yang benar aja lo..

Harmono :
Iya, ada. Kalimat cepat itu memungkinkan kamu untuk belajar bagaimana menyusun kata untuk nembak cewek.

Jojon :
Contohnya gimana

Harmono :
Hey you.. how are you doin babe? Kemudian sidianya menjawab... bla bla bla..

Jojon :
Ya, kamu.. itu bukan materi pelajaran kali.. itu mah cuman adegan film yang kebetulan lagi ada cewek nembak cowok.

Harmono :
La emang iya.

Tono :
Yang gue tanyain kan materi pelajarannya, bukan itu yang gue maksud.

Harmono :
Nggak tauh dah.. bingung juga gue ama pertanyaan lo..

http://www.contohnaskahdrama.com/2013/11/contoh-naskah-drama-lucu.html#ixzz33VVG8idb

contoh drama anak remaja 1

Pada suatu masa terdapat tiga orang bersahabat yang tinggal disebuah desa terpencil. Mereka. Bernama Toha, Siska dan Aldi. Ketiga pemuda ini senantiasa bersama-sama baik dikala suka maupun duka. Mereka berbeda dengan teman-temannya yang mewarnai hari-harinya dengan hiburan, party, dan lain sebagainya layaknya kehidupan seorang remaja.

Pada suatu hari mereka berkumpul disebuah taman.

Toha: Wah.. Langitnya redup banget ya?! Jadi serem deh kalau kaya gini.
Siska: Iya, kaya mau runtuh aja nih langit.
Aldi: Emang langit bisa runtuh ya? Oya, aku mau nanya sama kalian 'tiyang langit tu dimana sih?'
Toha: Nggak tau juga gue. Mau nanya sama nyokap kayaknya dia juga nggak tahu.
Siska: Nanya nyokap soal gituan, nanya soal kuliner pasti dia punya banyak jawaban.
Aldi: Belum tentu, orang nyokap gue juga nggak ngerti soal kuliner. Tapi nggak papa, yang penting dia sayang abis sama gue.
Siska: Pantesan kamu ogah nyari pacar, orang udah kenyang sama kasih sayang ibu kamu.
Aldi: Masalah buat loe?
Siska: Ea enggak lah bro!
Toha: Eh udah2..
Siska: Ha, kamu kenapa sih masih demen ngejomblo aja?
Toha: Gue nggak demen kok
Siska: Terus kenapa nggak nyari pacar?
Toha: Nyarinya dimana ya?
Aldi: Kalau pagi ibu kamu kan ke pasar tu, nah ikut aja dia nanti kamu akan nemu deh.
Siska: Heeemmm..
Toha: Oh gitu ya.. Ya udah deh, besok gue ikut ibu gue kepasar barangkali aja bisa nemu yang kaya nyi roro kidul.
Siska: Terus abis itu kamu demam nggak bisa sembuh.
Aldi: Andai saja langit runtuh, kita sembunyi dimana ya?
Toha: Nggak tahu..
Siska: Nyebur laut
Aldi: Eh, jangan! Kamu ntar perut kamu jadi buncit kebanyakan nelan air.
Toha: Bener tu, kamu kan cewek, harus tetap kurus kering kaya bambu nggak kena ujan.


2. Contoh Naskah Drama Cinta


Berikut ini adalah contoh naskah drama singkat berikutnya yang bertema tentang cinta. Untuk melihat contoh naskah drama cinta tersebut secara lengkap bisa Anda lihat dibawah ini:

Judul: Kau Milikku dan Juga Miliknya
Pemain: Riza, Amin, Dian, Petugas Kasir

(Setting: di sebuah taman kota pada sore hari)

Riza: Sayang, minggu depan ada acara ulang tahun sepupuku. Aku mau ajak kamu datang ke pesta itu
Dian: (mencoba mengingat - ingat, apakah dia juga ada janji kencan dengan Amin, pacarnya yang satu lagi)..hhmm..pengen siy, tapi lihat nanti ya. Aku belum tahu minggu depan di kantor ada lembur atau tidak.
Riza: (yang sebenarnya sudah tahu kalau Dian ada kencan dengan Amin)..duuh..diusahain donk. Kan aku juga pengen ngenalin kamu ke keluarga besarku.
Dian: Iya..aku usahain..(tak lama kemudian HP Dian pun berdering. Dian melirik layar HP nya dan ternyata Amin yang menelepon)
Riza: Kok ngga diangkat say?
Dian: ah ngga penting..dari temenku kok. Nanti aku telp balik saja (sambil berusaha menyembunyikan kegugupannya)
Riza: eh pinjam HP nya donk..aku mau sms temen kantorku (sambil senyum - senyum usil)
Dian: pulsaku habis juga tuh (sudah mulai merasa tidak nyaman)
Riza: oh ya sudah lah..yuuk kita pulang saja. Sudah sore nih
Dian: (merasa belum mendapatkan barang apapun hari itu, dia berpikir keras tentang bagaimana caranya bisa mengajak Riza ke mall) kita ke mall dulu yuuk..ngadem bentar gitu..sambil lihat-lihat
Riza: oh pengen ke mall? ayoo..
(kemudian mereka berdua jalan ke mall karena jarak antara taman dan mall yang dekat)
(Setelah sampai di mall)
Dian: (sibuk memilih - milih baju dan sebuah di sebuah butik)..bagus ngga say? pantes ngga aku pakai ini? (sambil bergaya bak foto model)
Riza: oh bagus..makin cantik aja kamu (Riza yang tahu akal bulus Dian yang selalu morotin uangnya mulai pasang strategi)
Dian: udah ini aja..setelah bayar kita pulang biar ngga kemalaman (sambil membawa barang - barang belanjaannya ke kasir)
(Riza yang biasanya langsung mengikuti Dian ke kasir, saat itu terlihat anteng di dekat kamar ganti dan pura-pura tidak mendengar ajakan Dian)
Dian: (berteriak untuk kesekian kalinya)..Sayang..ini lho sudah selesai dihitung belanjaannya
Riza: (sambil jalan mendekat) ya udah..tinggal dibayar kan
Dian: kok kamu gitu..kan biasanya kamu yang bayarin (sambil marah teriak - teriak)
(tak lama kemudian Amin pun mendekat ke meja kasir)
Amin: oh ini juga yang biasa membayari barang - barang belanjaanmu?
Dian: (dengan ekspresi yang kaget setengah mati) eh..hmm...anu..kok kamu bisa disini?
Amin: aku memang sengaja datang kesini. Aku dan Riza sudah tahu polah tingkahmu mempermainkan kamu
Riza: sudah puas kan kamu menghabiskan uang kami berdua selama ini?
(petugas kasir mengingatkan Dian untuk segera membayar barang belanjaannya karena jumlah orang yang antri semakin banyak)
Dian: (dengan tertunduk malu) maaf mbak, saya tidak jadi beli semua barang-barang ini (kemuddian terdengar teriakan cemooh orang - orang yangs edang antri di belakang Dian)
Amin & Riza: enak ya dibikin malu seperti sekarang. Kena batunya kan sekarang.
(tanpa menjawab, Dian kemudian lari meninggalkan Riza dan Amin      


3. Contoh Naskah Drama 5 Orang 

Sebagai contoh naskah drama singkat yang terakhir dalam artikel ini akan dipublikasikan sebuah contoh naskah drama 5 orang. Adapun secara lengkap contoh naskah drama tersebut dapat Anda baca dibawah ini:

Judul: Pengorbanan Orangtua Untuk Anak
Pemain: Dina, Lia, Mifa, Deni, Yoga

Dina: Apa kabar sahabat?
Lia cs: Baik. Kamu sendiri gimana?
Dina: Alhamdulillah, sehat.
Lia: Gimana kabar Bapak kamu Din? Sudah baikan kan?
Dina: Alhamdulillah, sudah baikan kok. Terimakasih sudah menanyakan kondisi orangtuaku.
Mifa: Emang Bapak kamu abis sakit ya Din?
Dina: Iya Mif, tapi sekarang sudah sembuh kok.
Mifa: Sorry Din, aku nggak sempat menjenguk kemarin soalnya aku nggak tau. Syukur deh kalau sudah baikan.
Dina: Nggak papa kok Mif, thanks for care.
Deni: Din, sebaiknya kamu jagain Bapak kamu baik-baik. Jangan biarkan dia terlalu banyak bekerja nanti bisa kambuh sakitnya, kan dia udah tua.
Dina: Tentu Den! Setelah sembuh kemarin aku udah ngelarang Bapakku untuk ngerjain yang berat-berat.
Deni: Bener tu Din.
Yoga: Kalau dipikir-pikir orangtua kita tu udah banyak berkorban buat kita. Mestinya kita harus bisa menjadi anak yang tau balas budi. Kita harus memberikan perhatian yang cukup kepada beliau. Membalas jasa-jasa beliau kepada kita, dan berusaha membuat beliau merasa bangga dengan budi pekerti kita.
Dina cs: Kamu benar sekali Ga. Kita tidak boleh menjadi anak yang hanya bisa merepotkan orangtua. Kita harus membalas setiap pemberiannya kepada kita. Menghargai pengorbanannya kepada kita. Tanpanya, bahkan kita tidak tau apakah saat ini kita cukup makan.
Mifa: Jika kalian renungi, kita memang tidak akan sanggup membalas jasa dan pengorbanan orangtua kita. Mereka mampu melakukan semuanya untuk kita. Sesuatu yang tidak mampu dilakukannya pun bisa dilakukannya karena demi masa depan anaknya. Oleh yang demikian, maka kita harus senantiasa mengingatnya dan berusaha untuk memperlakukannya sebagai ratu dalam kehidupan kita. Jangan pernah ada diantara kita lalai dan tidak peduli terhadap kondisi orangtua kita, termasuk pada saat beliau sakit.


sumber : http://bahasaindonesiakusatu.blogspot.com/2013/02/naskah-drama-komedi.html

TEATER DRAMA CINTA DAN SOSIAL

Drama teater memiliki efek positif yang cukup berguna untuk menggali talenta seseorang dalam ber-acting. Banyak artis ternama lokal dan juga interlokal yang sukses mengembangkan karirnya berawal dari adegan drama.

Langsung saja, ini dia artikel contoh naskah drama teater. Artikel ini terbagi menjadi dua bagian, dan ini merupakan contoh naskah drama teater part I. Untuk contoh drama teater part II menyusul kemudian.  

TEATER DRAMA CINTA DAN SOSIAL

Cast :

Mesa sebagai Mesi
Tanti sebagai Tata
Leni sebagai Lia
Toni sebagai narator

Karakter :

Mesi seorang pemuda tampan yang suka ganta-ganti pacar

Tata merupakan gadis sederhana dan baik budi pekerti serta penyayang terhadap sabahatnya

Lia merupakan gadis manja dari keluarga kaya

Babak I

Bertempat disebuah taman Toni memberikan instruksi kepada Lia untuk memerankan karakternya sebagai gadis manja yang selalu ingin dituruti keinginannya.

Tata adalah teman Lia, tidak jarang Tata diperlakukan semaunya Lia, namun Tata selalu menuruti permintaan Lia karena dia juga sangat menyayangi sahabatnya itu.

Toni membawa sebuah naskah drama dimana isinya berupa skenario yang akan diwataki oleh kedua gadis ini.

Alur cerita drama

Lia:
Ta temenin aku ke salon ya? Harus mau ok!

Tata:
Aku nggak bisa hari ini, aku banyak kerjaan dirumah.

Lia:
Ya kamu Ta alasan melulu

Tata:
Bener Lia, aku emang banyak kerjaan dan harus diselesaikan.

Lia:
Pokoknya kamu harus mau!

Tata:
Besok kenapa sih non?!

Lia:
Ah kamu, udah deh ayuk temenin aku sekarang.

Tata:
Kamu Ta, kalau udah maunya nggal bisa ditunda. Yaudah ayuk aku temenenin.

Tata memang banyak mengalah demi sahabatnya tersebut.

Tidak lama kemudian kedua gadis tersebut tiba disalon yang ditujunya. Tanpa disengaja mereka ketemu sama sorang cowok keren.

Mesi merupakan sosok pria yang suka nyamberin cewek yang dijumpainya.

Narator:
Toni memberikan arahan kepada Mesi agar memerankan perannya sebagai lelaki yang punya ketertarikan lebih terhadap perempuan cantik dan bertype penggoda.

Mesi:
Eh, sorry baru pertama ke salon ini ya?

Tata:
Nggak kok, kami udah beberapa kali kesini. Kenapa emang?

Mesi:
Nggak papa kok cuman baru kali ini aja lihat kamu soalnya aku juga sering kesini. Oya boleh kenalan nggak? Aku Mesi

Lia seketika memperkenalkan dirinya ke Mesi padahal sebelumnya Tata yang diajak ngomong.

Lia:
Oh iya, aku Lia, ini temenku Tata.

Mereka bertiga terlihat ngibrol hingga 30 menit kemudian pekerja salon memanggil Mesi untuk cuci muka.

Satu jam berselang mereka kembali berinteraksi didepan salon. Tanpa malu2 Lia meminta nomor telepon Mesi, dan Mesi pun dengan senang hati memberikannya.

Toni kembali ke pondoknya untuk mengambil skrip babak drama episode berikutnya. Bersambung...


Read more: http://www.teksdrama.com/2012/10/contoh-drama-teater.html#ixzz33VQaMDyH

DRAMA KOMEDI "CEPETAN NIKAH PUTRAKU"

Disebuah Desa terdapat sebuah keluarga kecil (sebut saja keluarga Marhan). Marhan dan isitrinya bernama Ani memiliki seorang putra bernama Candra, pria berusia 32 tahun yang sudah dibujuk-bujuk oleh orangtuanya untuk lekas menikah karena usianya yang sudah cukup tua.

DRAMA KOMEDI "CEPETAN NIKAH PUTRAKU"

Marlan : Marhan (Ayah)
Desi : Ani (Ibu)
Cahyono : Candra (putra Marhan dan Ani)

Candra :
Ibu kenapa terlihat murung gitu Bu?

Ibu :
Ibu pusing mikirin kamu, umur udah seusia gunung berapi tapi masih saja ogah menikah.

Ayah :
Iya kamu tu nak, heran Bapak kenapa sih kamu nggak pengen-pengennya menikah padahal kata ibu tadi usia kamu udah seumuran gunung berantai.

Ibu :
Gunung Berapi Pak

Ayah :
Oh.. iya, itu maksud Bapak, gungung berapi.

Candra :
Owww.. berarti gungung berapi itu semuanya usianya sekitar 30-an tahun ya Bu/Pak? Berarti gunung-gunung berapi itu juga semuanya masih pada jomblo?

Ibu :
Ibu kurang tahu sih, tapi ngapain juga Ibu mikirin gunung, maunya Ibu yang penting putra Ibu lekas menikah.

Ayah :
Iya, bener kata Ibu kamu. Kita nggak mau tahu soal gunung berantai. Yang penting putra tercinta Bapak segera mendapatkan pasangan.

Candra :
Yaaa Ayah, berapa kali harus dibilangin?!

Ayah :
Ya makanya kamu segera menikah biar nggak banyak yang perlu kamu bilangin ke Bapak.

Candra :
Maksud aku bukan itu Pak. Itu tu..

Ayah :
Itu apaan?

Candra :
Gungung berapi, bukan gunung berantai.

Ayah :
Oh.. iya, maksud Bapak gunung berapi.

Ibu :
Eh.. sudah sudah.. Can, kamu cepetan cari isitri ya? Nggak baik lo kalau terus sendirian, lagian Ibu kan pengen punya momongan.

Candra :
Kan Ibu udah punya aku, ngapain masih mikirin momongan lagi?

Ibu :
Maksud Ibu itu, Ibu pengen punya cucu gitu.

Candra :
Yang lucu plus imut gitu ya Bu?

Ibu :
Iya. Yang imut, lucu dan suka makan sambal.

Ayah :
Ah .. Ibu ini, masak pengen cucu aja harus yang doyan ama sambal.

Ibu :
Terus kalau Bapak maunya yang bagaimana?

Ayah :
Ya yang tinggi gitu dong biar kelihatan perkasa!

Candra :
Tinggi Pak, emang setinggi apa?

Ayah :
Setinggi tiang listrik Can

Candra :
Oh.. gitu ya Pak, ya udah deh mulai sekarang Candra akan mencari pasangan untuk saya jadikan istri, dan segera memberikan momongan buat Ibu dan Ayah, yang lucu, imut, doyan sambal, dan tinggi kayak tiang listrik.


Read more: http://www.teksdrama.com/2012/10/contoh-naskah-drama-komedi.html#ixzz33VP5sMe4